4 Rekomendasi Instrumen Investasi Modal Kecil Bagi Investor Pemula

Investasi tidak harus selalu membutuhkan modal besar. Kamu bisa mulai melakukan investasi modal kecil, terutama untuk para pemula. Ibaratnya, Kamu seperti menabung aset sedikit demi sedikit sampai akhirnya berjumlah banyak.

Namun, sebelum terjun berinvestasi dengan modal kecil, penting memahami tujuannya dan tips tepat melakukannya. Oleh karena itu, cari tahu informasinya lebih banyak, yuk!

Apa Itu Investasi Modal Kecil?

Investasi pemula modal kecil adalah jenis investasi yang dilakukan tanpa perlu mengumpulkan modal banyak. Ya, sesuai dengan namanya, investasi dengan modal kecil hanya mengharuskan Kamu menyisihkan sedikit modal saja yang ternyata sudah bisa langsung dipakai untuk berinvestasi.

Jadi, tak harus menunda keinginan berinvestasi hanya karena alasan dana yang masih sedikit. Terlebih bila ini kali pertama memulai investasi, sebaiknya gunakan jumlah yang kecil terlebih dahulu. Anggap saja sebagai ‘percobaan’ belajar agar tidak terlalu rugi bila nilainya turun.

Tips Melakukan Investasi Modal Kecil

Sebelum memulai investasi modal kecil, ada beberapa tips yang perlu diperhatikan. Menurut Otoritas Jasa Keuangan (OJK), hindari tergiur pada janji keuntungan yang tidak wajar.

Sebagai contoh, ketika berinvestasi nanti akan mendapat keuntungan yang besar tanpa rugi sama sekali. Hal ini tentu tidak masuk akal. Selain itu, berikut cara aman melakukan investasi modal kecil sebagai pemula.

1. Tentukan Tujuan Investasi

Seperti memulai kegiatan apa pun, tentu kita perlu tahu tujuan melakukan hal tersebut. Begitu pula dengan investasi. Sebelum memulai investasi modal kecil, pikirkan tujuan yang ingin dicapai melalui investasi ini. Sebab, tujuan investasi yang nantinya menentukan pemilihan instrumen investasi.

Ambil contoh begini, bila tujuan investasi adalah untuk uang pendidikan Si Kecil di perguruan tinggi, bisa berinvestasi di saham atau emas karena jangka waktunya masih cukup panjang. Begitu pula jika memiliki tujuan mencapai dana darurat, biaya naik haji, biaya umroh, liburan, dan lainnya, tentu instrumen investasi yang diambil nantinya bisa berbeda. Tujuan investasi juga membantu menciptakan komitmen agar tetap konsisten dalam berinvestasi.

2. Kenali Risiko Investasi

Tips investasi modal kecil selanjutnya adalah memahami risiko-risikonya. Ada 3 profil risiko bagi para investor yang nantinya juga dapat menentukan pemilihan investasi.

  • Konservatif

Seseorang dengan profil risiko konservatif umumnya takut mengalami kerugian besar. Itu sebabnya, pemilihan instrumen investasi sebaiknya yang punya risiko rendah.

  • Moderat

Sedikit lebih berani ketimbang tipe konservatif, profil risiko investor bertipe moderat tidak terlalu takut dan khawatir untuk memilih instrumen investasi yang risikonya agak lebih besar. Sebab dengan begitu, keuntungan yang didapat juga lebih besar.

  • Agresif

Sementara agresif adalah profil risiko investor yang siap untuk mengambil risiko demi mendapat keuntungan yang besar.

3. Hindari Pakai Biaya Sehari-hari

Tak kalah penting, tips investasi modal kecil lainnya adalah sangat tidak dianjurkan menggunakan biaya pokok untuk kehidupan sehari-hari.

Sekali pun jumlahnya kecil, sebuah investasi haruslah menggunakan uang dingin alias dana yang tidak digunakan untuk kepentingan apa pun. Tujuannya agar jika terjadi kerugian, Kamu tidak bingung karena kehilangan dana tersebut.

Jika menggunakan biaya pokok untuk hidup sehari-hari maupun uang penting lainnya, lalu investasi yang diambil mengalami kerugian, otomatis uang yang seharusnya dipakai tersebut tidak bisa kembali.

Berbeda jika menggunakan uang dingin, Kamu tidak bingung dan bisa lebih legawa ketika mengalami kerugian.

4. Konsisten

Tips berinvestasi yang perlu ditekankan juga yakni konsisten. Apalagi bila sudah memiliki tujuan, seharusnya investasi yang dijalani tidak setengah-setengah.

Misalnya, Kamu menetapkan investasi untuk mempersiapkan dana darurat, teruslah konsisten menabung setiap bulannya agar dana yang dibutuhkan segera terkumpul.

Rekomendasi Ide Investasi Modal Kecil

Jika investasi dalam bentuk properti seperti rumah dan apartemen membutuhkan modal yang banyak, masih ada pilihan lain untuk melakukan investasi tapi dengan modal kecil. Tak perlu bingung, berikut ide investasi modal kecil yang bisa dicoba.

1. P2P Lending

Pilihan investasi modal kecil lainnya untuk pemula adalah P2P lending atau kependekan dari peer to peer lending. P2P lending membantu mempertemukan pihak yang membutuhkan pinjaman dengan orang yang mau meminjamkan dana.

Tak perlu khawatir tentang keamanan instrumen investasi ini. Sebab, P2P lending ada di bawah naungan OJK sehingga bisa dipastikan aman.

Kelebihannya, instrumen P2P lending bisa memberikan keuntungan yang cukup besar, bahkan mencapai 14-20% per tahun.

Amartha adalah salah satu perusahaan fintech atau teknologi finansial P2P di Indonesia. Perusahaan ini menyediakan situs web yang menghubungkan pendana urban dengan pengusaha mikro dan kecil di pedesaan. Lewat perusahaan ini, pelaku usaha mikro yang membutuhkan modal kerja untuk tumbuh akan terhubung dengan pendana yang mencari alternatif pendanaan yang lebih menguntungkan dibanding instrumen pendanaan konvensional.

PT Amartha Mikro Fintek (Amartha) telah resmi mengantongi izin usaha sebagai Perusahaan Penyelenggaraan Layanan Pinjam Meminjam Uang Berbasis Teknologi dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Izin bernomor KEP-46/D.05/2019 berlaku secara permanen, tanpa batas waktu berakhir.

Tertarik untuk berinvestasi di Amartha? Anda harus tahu dulu syaratnya untuk menjadi investor di platform ini. Pada prinsipnya Amartha memberlakukan syarat yang begitu mudah dipenuhi untuk menjadi investor atau pemodal. Amartha membuka kesempatan bagi siapa saja yang ingin berinvestasi baik perorangan maupun institusional, asal memiliki rekening di bank.

Untuk menjadi investor baik perorangan maupun atas nama badan hukum berbentuk PT atau CV, diwajibkan untuk memiliki akun Amartha. Artinya, Anda harus melakukan pendaftaran terlebih dahulu. Pendaftaran dilakukan secara online dengan mengakses website platform Amartha yang beralamat di www.amartha.com. Klik menu Daftar dan isilah formulir yang tersedia sesuai dengan data diri Anda. Jika Anda telah berhasil mendaftar sebagai investor di Amartha, Anda bisa mulai melakukan pendanaan dengan nilai minimum Rp 3 juta untuk investor perorangan.

2. Emas

Setiap orang yang baru ingin memulai investasi, biasanya terpikirkan salah satu instrumen investasi yakni emas. Di sini, bentuk emas yang lebih disarankan untuk investasi adalah logam mulia (LM) daripada emas perhiasan.

Alasannya adalah karena emas logam mulia memiliki nilai jual yang lebih stabil dibandingkan dengan emas perhiasan. Emas kerap dipilih sebagai awal mula untuk berinvestasi karena punya risiko yang kecil. Selain itu, emas termasuk investasi modal kecil.

Hanya bermodalkan kurang dari Rp100.000 Kamu sudah bisa mulai berinvestasi emas. Meski begitu, perlu dipahami bahwa investasi emas membutuhkan waktu yang panjang untuk mendapat keuntungan. Itu artinya, perlu bersabar bila menabung emas. Pastikan juga tujuan investasi Kamu tidak dibutuhkan dalam waktu dekat.

3. Reksa Dana

Reksa dana adalah salah satu rekomendasi ide investasi modal kecil yang bisa dipilih. Bahkan, mulai dari Rp50.000-Rp100.000 saja sudah bisa menabung di reksa dana.

Ditambah kemudahan lain yakni dikelola oleh seorang manajer investasi (MI) yang sudah andal, tidak perlu pusing dan hanya tinggal memantau penambahan keuntungan setiap harinya.

Pilih jenis reksa dana sesuai dengan tujuan untuk menabung dan melakukan investasi dengan modal kecil. Kabar baiknya, saat ini sudah tersedia berbagai aplikasi reksa dana untuk membantu agar proses menabung dan berinvestasi jadi lebih mudah!

4. Menabung Saham

Selama ini, saham mungkin dikenal sebagai instrumen investasi yang modalnya besar. Padahal, ada beberapa saham yang bisa dibeli dengan modal kecil. Contohnya beberapa saham perusahaan BUMN.

Sebagai investor pemula, menabung saham kerap dihalangi banyak kendala, salah satunya minimnya pengetahuan. Alhasil, para investor pemula merasa takut dan bingung untuk mulai menabung saham.

Saham memang tidak ditujukan bagi investor yang takut merugi. Jadi, bila ingin berinvestasi dan sudah siap dengan risiko rugi, menabung saham bisa dicoba.

Mulailah dari nominal kecil terlebih dahulu sambil rajin memperdalam ilmu mengenai investasi dan memantau perkembangan seputar informasi saham.

Memang, agar lebih aman, investor pemula yang baru terjun menabung saham disarankan untuk membeli saham-saham blue chip.

Saham blue chip adalah saham dari perusahaan dengan reputasi baik sehingga nilainya diharapkan bisa stabil dalam berbagai situasi ekonomi.

Nah, itulah informasi seputar investasi modal kecil. Apakah Kamu sudah mulai menentukan instrumen investasi pilihan? Semoga informasi ini membantu menambah pengetahuan tentang investasi, ya!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *